5 Warna Ini Ampuh Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

outletz-Warna-Ini-Ampuh-Meningkatkan-Penjualan-Bisnis-Online-olshop-digital-marketing-colour-reseller-komunitas

Ternyata warna bisa mempengaruhi psikologis Anda dengan cara yang tak terduga. Contoh konkretnya, warna bisa mengubah selera Anda pada cokelat panas hanya karena warna cangkirnya. Anda akan merasa cokelat hangat itu lebih menggoda bila disajikan pada cangkir berwarna oranye atau cream daripada di cangkir putih atau merah.

Masih tidak percaya? Warna bisa mengubah persepsi Anda tentang waktu, mengubah detak jantung Anda, membuat Anda merasa lebih kuat hingga mempengaruhi seberapa percaya Anda pada seseorang. Dan yang tidak kalah penting, warna juga bisa mempengaruhi minat belanja seseorang akan sebuah barang.

Menurut survei terkini, 85% pembeli mengatakan bahwa warna adalah alasan utama mereka untuk membeli produk. Dan 66% orang tidak akan membeli produk kecuali jika mereka menyukai warnanya. Mengingat efek emosi yang ditimbulkan oleh warna begitu kuat, ada baiknya Anda kini memikirkan apakah logo atau desain bisnis online telah pas.

Apa warna pada logo maupun desain online shop Anda memberikan dampak yang baik pada penjualan setiap bulan? Intip jawabannya pada artikel di bawah ini. Cek 5 warna ini ampuh meningkatkan penjualan bisnis online.

1. Merah

Photo by Spencer Imbrock on Unsplash

Merah terkait dengan urgensi, bahaya dan kekuatan. Kedengarannya seperti kombinasi kuat tapi juga bisa diaplikasikan pada konsep yang lebih ringan. Lalu apa pengaruh warna merah dalam penjualan? Merah memicu aksi. Jika Anda sudah memikat seseorang untuk membeli dengan desain yang bagus (tidak menggunakan warna merah padam atau merah terang), dan bukan merah solid atau merah gelap, maka tombol merah “buy now” bisa bekerja dengan baik.

“Warna merah lebih efektif untuk pembelian langsung, jadi merah umumnya digunakan sebagai pilihan tombol order atau beli pada situs ecommerce.”

Di mana warna merah sangat bekerja dengan baik? Pada setiap penjualan: semua tanda penjualan (sign sales) berwarna merah, dan ini bukan karena kebiasaan. Pada saat Black Friday, orang-orang sudah siap untuk mencari sesuatu dengan harga 99% off (diskon 99%) dan membeli barang tersebut. Pemicu yang mereka butuhkan adalah membeli dari toko tersebut dan bukan dari yang lainnya. Jadi sign sales-nya harus jelas, mendesak, dan memaksa untuk bertindak secepatnya atau “act now” dengan warna merah.

2. Biru

Photo by rawpixel.com from Pexels

Warna biru dapat meningkatkan penjualan secara tidak langsung. Biru berkaitan erat dengan ketenangan, ketentraman dan stabilitas, yang berarti warna ini cocok digunakan bagi lembaga keuangan. Warna ini juga merupakan warna yang umum digunakan jika Anda menginginkan agar orang lain memperoleh keamanan dan ketenangan. Oleh karena itu, barang ritel yang memiliki harga jual tinggi (big-ticket items) sering menggunakan warna biru.

“Biru bisa meningkatkan penjualan secara tidak langsung, yaitu dengan cara mengatasi kegelisahan dan kecemasan yang mungkin akan muncul.”

Jika dengan warna merah identik dengan tergesa-gesa dan waktu yang harus disegerakan untuk membeli. Maka dengan warna biru, justru sebaliknya, alih-alih niat ingin membeli, yang ada justru kami sangat merasa cemas dan gelisah. Itu membuat biru menjadi pilihan bagus sebagai elemen background dan konversi di situs web yang menangani hal-hal yang menakutkan secara intrinsik seperti keuangan, kedokteran, atau asuransi.

Gunakan warna biru jika penjualan Anda fokus kepada kehandalan dan keseriusan. Warna biru akan memberikan konversi yang baik jika dikombinasikan dengan background putih, serta penggunaan teks biru dan kuning bersama-sama menjadi lebih mudah untuk dibaca. Jadi, meski memiliki warna yang menenangkan, warnanya akan menjadi yang paling mencolok dan mayoritas orang yang buta warna merah dan hijau bisa melihat warna biru dan kuning.

3. Hijau

Photo by Jeremy Cai on Unsplash

Hijau berkaitan erat dengan lingkungan hijau. Bila melihat hijau, kata-kata yang muncul adalah sesuatu yang alami, organik dan ramah lingkungan. Jadi, warna ini bisa dimanfaatkan oleh bisnis yang ingin menarik calon pelanggan dengan karakteristik serupa atau yang sesuai dengan minat yang sama, bahkan walaupun tidak terkoneksi secara langsung.

“Hijau bekerja paling baik di situs yang menjual barang-barang elektronik, dimana ia hanya mempunyai perbedaan sangat sedikit dengan warna merah.”

Dimana Anda harus menggunakannya? Hijau dapat digunakan pada latar belakang putih dan warna kontras, atau di tempat-tempat di mana ia bisa mendominasi hirarki visual dan memberi perintah perhatian tanpa mendesak. Jika menurut Anda pembeli lebih cenderung membutuhkan lampu hijau daripada penjualan yang sifatnya mendesak, tombol CTA/beli hijau layak untuk dicoba.

Untuk Anda yang tertarik mempelajari seluk beluk psikologi warna, ada baiknya untuk bergabung dengan outletz.id. Sebab, selain menjalin hubungan relasi secara komunitas, setiap bulannya akan diselenggarakan seminar bisnis online. Sehingga Anda bisa mempelajari banyak hal berkaitan dengan bisnis Anda. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menanyakan langsung pada pakar bisnis online yang menjadi pembicara mengenai masalah bisnis online Anda.

Mau belajar lebih bersama Outletz.id?

4. Ungu

Photo by Michel Catalisano on Unsplash

Ungu dikaitkan dengan royalti, kekayaan dan kekuasaan. Walaupun dulu pernah ada hukum yang melarang orang biasa memakai warna ini. Di jaman modern, warna ini adalah warna bold yang tidak dihubungkan dengan “Lakukan Sekarang!” seperti halnya rasa mendesaknya merah, atau “Kami akan membantu berkaitan dengan pajak Anda” seperti warna biru. Hal ini juga disertai dengan konotasi spiritualitas dan kreativitas.

Jadi Anda bisa menganggap ungu sebagai “warna merah muda untuk orang dewasa”. Jangan menggunakan merek dengan warna ungu jika pelanggan utama Anda adalah pria dewasa, dan jangan berharap orang-orang itu ingin sekali mengeklik tombol beli dengan warna ungu.

“Satu hal tentang ungu? Menonjol. Buatlah berani untuk alasan yang tepat.”

Apa pengaruh warna ungu untuk penjualan? Ungu adalah warna yang cerah, dan saling melengkapi dengan warna kuning-hijau dan analog dengan warna pink dan biru. Sehingga warna ungu sering digunakan di situs yang dominan warna putih dan hitam sebagai pembeda dan penarik perhatian untuk branding, item menu atau elemen konversi. Sebagai catatan, warna ungu memberikan kesan menonjol untuk elemen pencitraan brand dan konversi di situs yang menggunakan skema warna biru-krem-coklat yang diredam dan dimaksudkan untuk menyampaikan keseriusan dan kompetensi.

5. Orange

Photo by Jessica Lewis on Unsplash

Oranye merupakan warna terang dan jelas. Efek emosi yang muncul tidak membuat jantung berdebar seperti warna merah. Warna oranye juga tidak seperti warna merah yang kuat, berwarna merah pucat tidak mudah dilihat, dan warna merah gelap sulit dilihat teksnya. Namun warna oranye akan mendukung tone warna yang jauh lebih besar.

“Oranye adalah pilihan umum untuk elemen konversi di situs web yang bersih dan sederhana.”

Banyak warna oranye ditonjolkan di berbagai situs web, di mana fitur tersebut digunakan untuk tombol CTA dan tombol beli. Warna oranye sangat mencolok dan dapat terlihat dengan jelas pada banyak background yang berbeda, dan beberapa faktor kesuksesannya mungkin terkait kenyataan bahwa itu adalah warna merek yang relatif langka sehingga tombol oranye seringkali merupakan satu-satunya obyek berwarna oranye di halaman tersebut.

Harley Davidson menggunakan warna oranye untuk tombol call to action. Dengan background gelap, warna oranye bold sangat mencolok. Warnanya menonjol pada bagian menu, dan bahkan bergema di bagian belakang sepeda motor yang ditampilkan. Yang terpenting, keseluruhan situs ada dalam warna logo: hitam, oranye dan putih.

Demikianlah 5 warna ini ampuh meningkatkan penjualan bisnis online. Beberapa warna efektif karena memberikan kesan mendesak dan memberikan kesan ketenangan. Beberapa diantaranya bekerja dengan memberikan kesan aman. Dan yang lainnya mengingatkan pada kesenangan dan bahaya. Jadi, mana yang harus Anda pakai?

Mungkin psikologi warna ini cukup baru untuk Anda dan perlu dipelajari lebih lanjut. Karena itu, Anda perlu bergabung dengan outletz.id. Karena setiap bulan, Outletz.id memiliki event seminar bisnis online yang memungkinkan Anda bertemu dengan para pakar bisnis online. Anda bisa menanyakan langsung metode apa yang baik untuk bisnis Anda maupun jika bisnis online Anda tengah memiliki problem.

Tertarik bergabung dengan Outletz.id?

Ira Kurnia

Ira has wrote professionally for the past 3 years as content creator at Ads & Buzz Digital Advertising Agency. Her specialty is Online Business & Marketing, which is highly sought after topics for most entrepreneurs while searching online. "Stay Positive and Good Things will happen to you"

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: