5 Alasan Penting Anda Perlu Mencoba Jualan di Marketplace

OUTLETZ-alasan-penting-kenapa-perlu-mencoba-jualan-di-marketplace-online-shop-bisnis-online

Pernahkah Anda membeli produk di marketplace? Seberapa bergantungkah Anda dengan marketplace? Apakah setiap membutuhkan sebuah produk, Anda segera mencarinya di marketplace? Dari mana Anda mengetahui adanya marketplace?

Kehadiran marketplace sekarang ini banyak membantu kebutuhan masyarakat. Apa saja ada di marketplace. Anda baru pindah rumah dan membutuhkan furniture penting, Anda bisa menemukan beragam variasi furnitur dengan harga yang bersaing. Tidak hanya furniture, ada pula kebutuhan primer seperti fashion, makanan hingga kebutuhan daily.  Misalnya membeli tiket bioskop, membayar pulsa, PDAM hingga membeli pulsa. Semua itu bisa dilakukan dengan bantuan marketplace.

Melihat betapa banyak aktivitas dihabiskan menggunakan marketplace sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, inilah yang membuat marketplace ini diburu. Tidak hanya oleh pengguna tapi juga investor. Antusias masyarakat semakin meninggi karena didukung infrastruktur yang memadai dan akses yang mudah. Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan nilai investasi di sektor pasar digital pada 2017 mencapai USD 5 miliar. Hal ini menjadikan marketplace sebagai sektor ekonomi yang paling diburu saat ini.

Marketplace akan terus berkembang setiap tahunnya. Perkembangan marketplace hingga saat ini dipengaruhi antusias masyarakat. Nah fakta ini tentu akan menguntungkan Anda yang ingin membuka online shop di marketplace. Untuk Anda yang masih ragu, Outletz.id akan membeberkan alasan penting kenapa Anda perlu mencoba membuka online shop di marketplace. Cek ulasan lengkap di bawah ini.

1. Penjualan Tiket Secara Online Meningkat

Photo by Robert Koorenny on Unsplash

Cara mudah mengetahui adanya peningkatan bisa dilihat dari banyaknya orang yang tertarik membeli tiket secara online. Misalnya tiket konser, tiket perjalanan, tiket nonton film, olahraga hingga acara pertunjukan. Masyarakat lebih suka membeli secara online karena mengirit upaya mengantre dan waktu memberi on the spot. Seperti yang terjadi saat pertandingan Piala AFF U-19 2018 beberapa saat lalu dimana pembelian tiket lebih banyak dilakukan secara online.

“Penjualan tiket setahun belakangan semakin meningkat karena animo masyarakat yang juga meninggi.”

Penjualan tiket ini digadang akan semakin banyak karena animo masyarakat juga. Misalnya event terdekat adalah gelaran olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang. Gelaran ini, diprediksi akan turut berkontribusi pada peningkatan penjualan tiket di Indonesia.

2. Perilaku Belanja Melirik ke Online

Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Perubahan pola perilaku belanja ini juga ditunjukkan dengan volume transaksi marketplace yang meningkat. Laporan tahunan yang dikeluarkan We Are Social menunjukkan, persentase masyarakat indonesia yang membeli barang dan jasa secara online dalam kurun waktu sebulan di 2017 mencapai 41% dari total populasi, meningkat 15% dibanding tahun 2016 yang hanya 26%.

“Hasil survei terbaru mencatat, kebanyakan orang melihat produk di toko offline namun membelinya di toko online.”

Fakta terbaru, sebanyak 70,2% responden mengaku bahwa keberadaan toko online memengaruhi perilaku belanja mereka, di mana mereka lebih sering berbelanja online dibanding berbelanja di toko offline. Data lainnya mengungkapkan  83,1% responden mengaku pernah ke toko offline untuk melihat barang dan kemudian membelinya secara online. Hal ini disebabkan banyak promo diskon yang ditawarkan platfrom marketplace, ditambah lagi mereka akan mendapatkan promo cashback.

3. Pengembangan Bisnis Online

Photo by rawpixel on Unsplash

Berkembangnya marketplace dan menjamurnya dimana-mana serta banyaknya kemudahan yang didapat membuat banyak orang tertarik membeli produk disana. Hal ini mendorong fenomena baru yang membuat banyak penjual online dari media sosial mengembangkan bisnis hingga nekat berpindah lapak ke marketplace. Cara ini ujung-ujungnya memang bertujuan menarik banyak pembeli.

“Sebelum membuka lapak di marketplace, ada baiknya Anda riset ulang apakah sesuai dengan konsep yang telah Anda bangun di media sosial seperti Instagram dan Facebook.”

Proses mengembangkan bisnis memang tidak sulit seperti ketika Anda memulainya. Namun karena ini media baru, bisa jadi tidak cocok dengan konsep yang telah Anda bangun di Instagram maupun Facebook. Biasanya riset membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Bukan waktu yang singkat apalagi jika Anda punya kesibukan lain menjadi seorang karyawan. Namun ada cara cepat untuk bisa mempelajari semua itu, yaitu dengan mengikuti seminar Digimaru: Road to 100. Dalam seminar seharian itu Anda bisa belajar langsung dari 3 praktisi bisnis online terkemuka. Event ini bagus untuk Anda yang tertarik mengembangkan bisnis online dan ingin sukses meraih goals omzet 100 juta di tahun awal pertama. Jika tertarik lebih lanjut, info selengkapnya klik ► http://digimaru.org/digimaru-outletz/.

4. Mobile Wallet Semakin Marak

Photo by Artem Bali on Unsplash

Menurut lembaga riset digital eMarketer, jumlah pengguna smartphone di Indonesia diprediksi akan mencapai lebih dari 100 juta pengguna. Jumlah ini membuat Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif terbesar keempat setelah Tiongkok, India dan Amerika. Sepanjang tahun lalu, ada beberapa mobile wallet yang banyak digunakan. Misalnya GoPay, Jenius, Tcash dan yang terbaru OVO. Menariknya OVO menjadi aplikasi dengan peringkat teratas dengan jumlah unduh lebih dari 1 juta.

“Menjamurnya mobile wallet meningkatkan penjualan produk di marketplace, terutama yang memiliki kerjasama dengan transportasi online.”

Mobile wallet akan terus berkembang di Indonesia tahun 2018. Dompet digital ini akan semakin membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat hingga mendetail. Misalnya pembayaran PDAM, PLN, pulsa, tiket pesawat, nonton, kereta api maupun sebagai wallet pembayaran taksi atau ojek online.

5. Pengiriman Cuma Butuh Sehari

Photo by Maarten van den Heuvel on Unsplash

Ketika membeli barang, pembeli ingin segera menerima dan merasakan secara langsung produk tersebut. Pembeli lebih suka memilih online shop maupun marketplace yang berada di 1 wilayah. Agar pengiriman hanya membutuhkan waktu sehari saja. Kemunculan jasa transportasi online dengan fitur pengiriman barang pun menjadi solusi.

“Pengiriman yang hanya sehari saja membuat orang tidak ingin ribet membeli di toko offline dan lebih memilih di online shop.”

Kecepatan dan harga yang cukup terjangkau dibanding jasa pengiriman logistik konvensional, menjadi alasan konsumen lebih memilih layanan pengiriman di hari yang sama (same day service delivery) serta satu hari (one-day service delivery). Namun, ini hanya berlaku untuk pengiriman dalam kota saja, jasa pengiriman logistik konvensional masih menjadi pilihan untuk pengiriman antar kota.

Demikianlah 5 alasan mengapa Anda perlu mencoba jualan di marketplace. Segala kemudahan yang didapat di marketplace membuat pengguna merasa nyaman dan ingin kembali membeli di toko langganan. Selain itu banyak promo, potongan harga hingga cashback yang membuat pengguna merasa untung menggunakan aplikasi marketplace.

Untuk Anda yang tertarik belajar lagi mengenai bisnis online dan perkembangan terkini bisa ikut serta di seminar bisnis online yang diadakan Digimaru bekerjasama dengan Outletz.id. Event menarik berjudul Digimaru Road to 100 ini khusus membantu Anda menuju kesuksesan dalam berbisnis online. Yang tidak akalh penting, dengan mengikuti seminar ini, Anda akan dibantu mengembangkan bisnis sehingga bisa mencapai omzet 100 juta pada tahun pertama berbisnis online. Jika tertarik lebih lanjut, info selengkapnya klik ► http://digimaru.org/digimaru-outletz/.

Ira Kurnia

Ira has wrote professionally for the past 3 years as content creator at Ads & Buzz Digital Advertising Agency. Her specialty is Online Business & Marketing, which is highly sought after topics for most entrepreneurs while searching online. "Stay Positive and Good Things will happen to you"

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: