3 Masalah Besar Sering Dihadapi Reseller Bisnis Online

Jika bisnis online Anda tidak berkembang atau sulit meningkatkan omzet, mungkin bisnis Anda sedang mengalami permasalahan yang besar. Bagaimana cara mengetahuinya? Mari periksa secara mendalam bisnis online Anda, apakah ada 1 dari 3 masalah besar yang sedang Anda hadapi seperti pada artikel di bawah ini. Menjalankan bisnis online tidak mudah.

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari perubahan tren bisnis, permintaan pelanggan, naik-turunnya harga, hingga teknologi yang semakin canggih. Upaya menghadapi tantangan ini dilakukan untuk bisa bertahan. Namun apa daya terkadang bukan profit yang meningkat. Malah banyak bisnis online yang gagal dalam berusaha mengalahkan tantangan tersebut. Perlu diketahui bahwa bisnis online tidak akan lepas dari masalah. Hanya saja jika salah menangani permasalahan, hasilnya akan berdampak buruk. Biasanya usaha yang dilakukan untuk menangani permasalahan menjadi tidak pas atau malah memburuk kondisi bisnis ini terjadi tanpa disadari. Tahu-tahu masalah menumpuk sehingga sulit mencari jalan keluar.

Tidak ingin hal ini terjadi pada bisnis online Anda, kan? Pada artikel ini, outletz.id akan merangkum 3 masalah terbesar yang sering terjadi pada bisnis online terutama pada reseller. Berikut 3 masalah besar sering dihadapi reseller bisnis online.

1. Lebih Fokus Harga daripada Layanan

Zaman telah berubah. Dulu kompetisi harga memang relatif efektif. Namun untuk sekarang, metode ini sudah tidak memberikan banyak manfaat. Menjual produk dengan harga rendah akan menimbulkan persepsi tentang kualitas produk yang rendah. Hal inilah yang bisa menjauhkan bisnis Anda dari keuntungan.

“Daripada menurunkan harga produk, lebih baik Anda fokus meningkatkan layanan Anda. Ini bisa digunakan untuk memperkuat branding bisnis online.”

Dengan meningkatkan pengalaman pembelian, engagement Anda dengan pelanggan maupun pembeli terjalin semakin erat. Misalnya dengan follow up setelah pembelian dilakukan. Hal ini penting dilakukan agar pembeli selalu kembali pada Anda. Selain itu, follow up juga menunjukkan kepedulian Anda kepada pelanggan. Ucapkan terima kasih dan tanyakan kesan yang mereka dapatkan setelah membeli produk Anda melalui email yang dipersonalisasi. Lakukan ini segera setelah produk Anda sampai barang Anda sampai di tangan pembeli dan kontak mereka secara rutin, contohnya setiap 3 bulan sekali.

2. Memasok Produk Terlalu Banyak

Solusi lain dari 3 masalah besar sering dihadapi reseller bisnis online adalah pasokan produk yang berlebihan. Ada banyak alasan mengapa biasanya reseller membeli produk dalam jumlah yang banyak. Mungkin karena merasa pemasukan bulan ini lebih banyak, khawatir akan kekurangan stok atau harga khusus atau diskon dari supplier jika membeli dalam jumlah yang besar. Namun, akibatnya jika Anda tidak bisa memprediksi permintaan pelanggan dan tren bisa merugikan bisnis online Anda.

“Jika gagal menjual produk secara cepat, artinya Anda harus menyimpan produk di gudang lebih lama. Ini bisa memungkinkan terjadinya kontaminasi, pembusukan, dan kerusakan yang akhirnya akan menyebabkan pemborosan.”

Untuk  menghindari kemungkinan-kemungkinan tersebut, sebaiknya Anda melakukan proses forecasting. Forecasting atau prakiraan berguna untuk membantu Anda melakukan pemesanan dalam jumlah dan waktu yang tepat, sehingga menghindari pengadaan stok yang berlebihan. Selain memprediksi permintaan pelanggan dan tren, Anda juga perlu memantau tingkat persediaan secara rutin untuk mengetahui berapa banyak jumlah barang yang sebaiknya dipesan.

3. Tidak Cepat

Perkembangan dunia digital yang sangat cepat berdampak juga pada bisnis online. Apalagi kini proses jual-beli bisa dilakukan hanya dengan gadget. Pembeli bisa melihat etalase produk secara online, tertarik dan membeli lalu melakukan pembayaran secara cepat. Namun rupanya, banyak reseller yang tidak tanggap dengan proses yang cepat ini.

“Menangani pembeli secara lambat akan membuat Anda ketinggalan jauh dengan zaman yang serba cepat. Selain itu, hal ini berisiko Anda kehilangan banyak pelanggan maupun calon konsumen online.”

Kebanyakan reseller tidak cepat menjawab pertanyaan dari calon pembeli, tidak segera melakukan pengiriman, atau malah mendapat supplier yang lambat sehingga produk terhambat diterima. Mungkin awalnya sebagai reseller, Anda merasa baik-baik saja. Namun kondisi inilah yang bisa membuat calon pembeli maupun pelanggan menjauh dari online shop. Anda perlu mengubah kebiasaan melambat seperti ini agar tidak ketinggalan dengan zaman yang serba cepat.

Untuk Anda yang ingin meninggalkan kebiasaan melambat ini, Anda perlu mencoba solusi cepat berbisnis online, yaitu aplikasi outletz.id. Dengan menggunakan aplikasi outletz.id, Anda akan bertemu dengan ratusan supplier online yang memiliki ribuan variasi produk siap jual sehingga Anda tidak kesulitan memilah produk. Aplikasi ini juga tersedia layanan berbagi ke berbagai macam media sosial sehingga Anda tidak pusing untuk mengupload ke Instagram, Facebook, WhatsApp dan Twitter. Belum lagi caption yang sudah siap. Jadi Anda hanya perlu 1 klik saja agar katalog produk Anda bisa menyebar ke komunitas, teman-teman atau siapapun yang ingin Anda tuju.

Mau segera mencoba outletz.id? https://outletz.id/solusisusahmiskin/

Demikianlah 3 kesalahan yang sering terjadi reseller bisnis online. Untuk bisa memahami permasalahan di atas, sebaiknya dilakukan scanning setiap bulan. Agar bisnis online Anda bisa tetap bertahan dan omzet meningkat setiap bulan. Selamat mencoba.

Ira Kurnia

Ira has wrote professionally for the past 3 years as content creator at Ads & Buzz Digital Advertising Agency. Her specialty is Online Business & Marketing, which is highly sought after topics for most entrepreneurs while searching online. "Stay Positive and Good Things will happen to you"

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: