3 Cara Ampuh Mengubah Konsumen Loyal Menjadi Reseller

outletz-cara-mengubah-konsumen-loyal-menjadi-reseller-online-shop-anda

Online shop Anda sedang kebanjiran orderan? Apakah Anda kerap bertemu dengan konsumen yang terus melakukan order berulang-ulang?

Sebaiknya Anda mulai mendekati konsumen potensial seperti itu. Kenapa? Karena pasti dia memiliki testimoni yang bagus untuk produk Anda. Cara dia melakukan pemesanan sampai berulang-ulang, sudah menunjukkan bahwa dia merasa puas dengan kinerja online shop maupun produk Anda. Ini merupakan potensi yang bagus untuk membangun jaringan reseller dari konsumen loyal seperti dia.

Bagi konsumen yang telah merasakan khasiat atas suatu produk maupun online shop, dia akan dengan senang hati untuk memperkenalkan produk kepada orang-orang terdekat. Dia mempunyai bukti nyata, yaitu dirinya, yang dapat menjadi ajang promosi untuk menarik konsumen-konsumen baru untuk Anda. Di sinilah muncul promosi dari mulut-ke-mulut berasal.

Seseorang yang memiliki pengalaman nyata pada diri sendiri, akan mengetahui secara detail dan logis proses setiap khasiat produk yang digunakan. Ini menjadi keuntungan besar, karena walaupun dia belum pernah melakukan proses penjualan, dengan hanya bercerita tentang hal baik apa yang dia dapat dari produk Anda, ini sudah menjadi promosi gratis buat Anda. Menjaring konsumen untuk menjadi reseller, hanya butuh perhatian dan bimbingan Anda agar dia siap untuk ikut memasarkan produk Anda.

Bagaimana cara menjaring reseller dari konsumen loyal begini? Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan dalam mempersiapkan konsumen untuk menjadi reseller Anda. Karena mereka akan siap dengan hati untuk untuk memasarkan produk Anda tanpa ada rasa terbebani menjadi seorang penjual. Berikut ini 3 cara ampuh mengubah konsumen loyal menjadi reseller. Cek ulasan di bawah ini.

1. Lakukan pendekatan personal

Photo by Mimi Thian on Unsplash

Mulailah lakukan obrolan biasa dengan konsumen loyal Anda. Seperti menanyakan kabarnya dan mengajak mengobrol layaknya seorang teman. Jangan terlalu cepat untuk memintanya menjadi reseller. Tanyakan kesan-kesannya selama dia menggunakan produk Anda.

“Tahap pertama sebelum mengajak konsumen Anda menjadi reseller adalah melakukan pendekatan dan berbincang layaknya teman.”

Ketika Anda bertanya tentang kesan-kesan konsumen, jangan langsung melakukan screen shoot atas hasil obrolan Anda. Ingat! Ini hanya obrolan. Jangan menggiring dia untuk merasa bahwa Anda sedang melakukan penipuan “hubungan” dengannya, untuk mengambilan keuntungan sendiri. Berikan waktu, jalin kedekatan yang akrab. Setelah Anda rasa konsumen siap untuk melakukan testimoni, mintalah secara terus terang padanya.

2. Meminta memperkenalkan produk

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Setelah hubungan Anda terjalin baik, mulailah untuk bertanya apakah ada dari saudara atau kenalannya juga memakai produk yang sama? Atau adakah dia memberikan saran kepada orang terdekatnya untuk menggunakan produk Anda yang dia pakai? Tanda konsumen merasa dekat dengan produk Anda, dia akan dengan mudah bercerita.

“Jika sudah akrab seperti teman, Anda tidak akan merasa sungkan bila meminta bantuan agar konsumen mau mengenalkan produk pada orang-orang di sekitarnya.”

Jika jawabannya positif, yakni dia memperkenal dan menyarankan produk Anda pada orang yang dia kenal, maka Anda bisa masuk ke tahap selanjutnya. Namun jika jawaban konsumen Anda negatif, dia tidak melakukan hal yang Anda pertanyakan, mintalah dia memperkenalkan produk Anda namun jangan membuat dia merasa tertekan untuk melakukannya. Biarkan dia melakukan dengan cara dia sendiri.

3. Diarahkan menjadi reseller aktif

Photo by rawpixel on Unsplash

Setelah dia rela dengan suka hati memperkenalkan produk Anda pada teman-temannya, dan membantu temannya untuk melakukan order kepada Anda, berikanlah dia fee dari hasil penjualan. Fee di sini bisa berupa uang ataupun gratis pembelian. Ini akan sangat menambah keloyalan dia kepada Anda.

“Tujuan utama mengarahkan konsumen menjadi reseller akan semakin mudah jika dia senang hati membagikan manfaat dan cerita tentang produk dari online shop Anda.”

Saatnya Anda mengambil langkah utama dari proses ini. Jika konsumen Anda sudah begitu loyalnya, memakai dan memperkenalkan produk, serta merasa bahagia dengan fee yang dia terima, minta dia dengan halus untuk menjadi reseller Anda. Tunjukan padanya keuntungan, bonus, dan sederet penghasilan yang bisa dia terima jika bergabung sebagai tim pemasaran Anda.

Demikian 3 cara ampuh mengubah konsumen loyal menjadi reseller. Yang perlu Anda ingat, konsumen loyal yang juga sebagai pemakai, akan menjadi fondasi kokoh bagi bisnis Anda agar dapat berkembang. Mereka bukan hanya ingin mencari keuntungan tapi juga ingin menyebarkan manfaat kebaikan yang dia terima dari suatu produk.

Jika Anda benar-benar berniat ingin menjadi pebisnis online tapi bingung dari mana memulainya. Mengapa Anda tidak memulainya sebagai RESELLER saja? Outletz.id memiliki wadah bagi para reseller agar bisa semakin mudah untuk saling terhubung dan bisa berkolaborasi dengan para supplier di seluruh Indonesia. Segera daftarkan diri Anda DI SINI, klik ► https://outletz.id/. atau klik gambar di bawah ini.

sumber dari outletz.id

 

Ira Kurnia

Ira has wrote professionally for the past 3 years as content creator at Ads & Buzz Digital Advertising Agency. Her specialty is Online Business & Marketing, which is highly sought after topics for most entrepreneurs while searching online. "Stay Positive and Good Things will happen to you"

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: