10 Pebisnis Sukses Pernah Gagal, Kini Panen Omzet Miliaran

OUTLETZ-pernah-gagal-pebisnis-sukses-raih-omzet-miliaran-bisnis-online-gagal-jack-ma-steve-jobs

Pernahkah Anda mendengar kata bijak, “tidak ada usaha yang mengkhianati hasil“? Ucapan itu benar adanya dan wajib dipraktekkan terlebih untuk para pebisnis pemula. Sebagai seorang yang akan terjun ke dunia bisnis, kesuksesan merupakan goals. Namun terkadang selain sukses, pebisnis wajib berkenalan dengan kegagalan. Sebab dari gagal orang bisa menjadi pebisnis yang tangguh.

Contoh nyatanya, mungkin Anda sudah mengenal pebisnis hebat seperti Steve Jobs maupun Jack Ma. Kedua karakter tersebut sukses mengantar perusahaan mereka namun tahukah Anda bahwa mereka pun pernah merasakan kegagalan. Steve Jobs kerap terlibat konflik dengan rekan kerja bahkan karena peringainya dan attitude yang buruk, Jobs pernah dipecat Apple. Namun hal itu tidak membuat Jobs putus asa. Setelah dipecat dia membangun NeXT.

Kehebatannya dalam berinovasi pun tak terbantahkan lagi, sampai akhirnya perusahaan Apple tertarik untuk membeli perusahaan barunya tersebut. Dengan dibelinya perusahaan NeXT oleh Apple memungkinkan Jobs kembali lagi ke perusahaan lamanya dan membuktikan bahwa keberadaannya merupakan kontribusi yang besar terhadap perusahaan Apple.

Kisah lainnya yang tidak kalah menarik adalah cerita sukses Jack Ma. Pendiri alibaba Grup ini bahkan kerap ditolak. Tidak hanya ketika sekolah namun saat pengajuan aplikasi kuliah di Harvard hingga mengajukan lamaran kerja di KFC, Jack Ma ditolak. Menanggapi soal penolakan tersebut, Jack Ma mengatakan, “Penolakan ini bagus. Kita jadi tahu kita tidak seahli itu.”

Tidak hanya Jack Ma dan Steve Jobs, di Indonesia juga memiliki banyak kisah sukses pebisnis yang dimulai dengan kegagalan. Siapa saja? Outletz telah merangkum 10 pebisnis sukses yang pernah gagal hingga memiliki utang miliaran kini malah menjadi miliader. Cek ulasan kisah inspiratif 10 Pebisnis Sukses Pernah Gagal, Kini Panen Omzet Miliaran berikut ini.

1. Gazan Azka Ghafara

Photo from YouTube

Kisah 10 pebisnis sukses pernah gagal, kini panen omzet miliaran dimulai dari Gazan Azka Ghafara. Gazan bisa dikatakan pebisnis yang tangguh. Dia telah merasakan 2 kali bangkrut tapi tidak ada kata menyerah dalam hidupnya. Gazan tetap semangat berbisnis dan mulai mencoba bisnis kripik pisang. Kisah ini dimulai saat Gazan merasakan kripik pisang Lampung. Meskipun suka namun karena lokasinya yang jauh, Gazan enggan membeli.

“Gazan berbisnis kripik pisang dari supplier, lalu dibumbui dengan aneka jenis rasa seperti cokelat, susu, greentea, balado dan barbeque. Omzetnya  terus naik, data terakhir mencapai Rp 300 juta.”

“Setelah itu saya survei teman-teman saya, mereka sebenarnya suka dengan keripik pisang tapi karena jauhnya lokasi jadi membuat malas beli, dari situ saya melihat peluang,” ungkap Gazan dalam sebuah wawancara. Dengan modal awal hanya Rp 50.000, Gazan nekat membeli keripik pisang dan bereksperimen dengan bumbu-bumbu kekinian seperti bubuk cokelat. Ditambah dengan uang hasil meminjam dari tantenya sebesar Rp 1 juta, Gazan mulai berani memproduksi keripik pisang buatannya.

2. Afit Dwi Purwanto

Photo from YouTube

Jika Anda adalah seorang penggemar steak sapi, mungkin brand Holycow! by Chef Afit tidak asing. Gerai yang terkenal dengan harga yang terjangkau ini bisa dijumpai di Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang dan Bali. Pemiliknya adalah Afit Dwi Purwanto. Perjalanan karier Afit sebelum menyandang pengusaha sukses seperti sekarang tidaklah instant. Tidak hanya kegagalan bertubi-tubi yang dirasakan tapi hambatan pertama didapat dari susahnya restu dari orangtua. Sang ayah yang menginginkan Afit menjadi seorang profesional dengan gaji yang pasti.

“Tahun 2012 bisnis Afit putus kongsi dan cabang di Singapura tutup. Bisnis mengalami kerugian hingga ratusan juta karena pinalti dan utang supplier. Namun Afit pantang menyerah. Bisnis steak Afit berdiri hingga sekarang.”

Saat kuliah, Afit pernah mencoba berbisnis clothing. Namun gagal karena tidak pintar memutar uang. Setelah menikah dengan Lucy Wiryono, Afit makin mantap berbisnis. Dia pernah berbisnis kripik dan mendirikan trading company. Tapi keduanya gagal juga. Bahkan Afit sempat tertipu lebih dari Rp 300 juta. Namun Afit dan Lucy tidak kapok. Akhirnya mereka menjajal bisnis wagyu dengan harga terjangkau pada 2009. Meski bisnis goyah di tahun 2012, Holycow! by Chef Afit berdiri hingga kini dan masih berkembang.

3. Mohammad Baedowy

Photo from Revolusi Mental

Di tangan Mohammad Baedowy, sampah dapat diubah menjadi harta karun. Pengusaha daur ulang sampah di Bekasi, Jawa Barat, ini melepas kariernya guna menekuni bisnis dengan modal kecil sejak 2000. “Idenya pertama masalah keuangan, bisnis ini modalnya tidak terlalu banyak. Waktu itu, modal awal untuk beli mesin dan menyewa lahan kurang dari Rp 50 juta,” kata pria berusia 44 tahun itu.

“Saat membangun bisnis, Baedowy pernah dibacok dan pabrik miliknya tutup. Namun dia tidak patah arang. Baedowy memulai kembali dan menuai sukses besar.”

Bermodalkan mobil pikap, Baerdowy belajar menjadi pengepul. Dia pun menghasilkan cacahan dan biji plastik yang berkualitas. Saat ini, dia memiliki omzet ratusan juta rupiah tiap bulan dan hasil olahan cacahan plastik sudah merambah pasar intenasional hingga puluhan ton cacahan dan biji plastik ke Tiongkok. Selain itu, kerja kerasnya juga membuahkan berbagai penghargaan juara 1 wirausaha terbaik Indonesia versi Dji Sam Soe Awards, Kalpataru 2010, dan Industri Hijau Nasional 2010 dari Kementerian Perindustrian.

Untuk Anda yang baru memulai bisnis dan kesulitan memilah produk, Outletz.id memiliki suplier-suplier bekualitas dengan variasi ribuan produk. Anda tinggal memilih produk yang ingin dijual, meng-copy data dan menaruh pada online shop Anda. Ketika ada pesanan, Anda langsung lanjutkan pada Outletz dan proses pengiriman segera dilakukan. Anda tidak perlu susah mempacking barang dan mengirimkan ke bagian ekspedisi pengiriman. Mau mencoba kemudahan itu? Bergabunglah dengan Outletz.id, klik ► https://outletz.id/3-ways/.

4. William Tanuwijaya

Photo from Tokopedia

Sebagai pemain e-commerce, Tokopedia masuk sebagai perusahaan ritel Indonesia yang sedang naik daun. Foundernya adalah William Tanuwijaya. Kesuksesan William Tanuwijaya tersebut tidak datang secara instan. William berasal dari keluarga yang sederhana di kota Pematang Siantar, Sumatra Utara. Dia merantau ke Jakarta untuk kuliah di Universitas Bina Nusantara. Selama kuliah, William bekerja sebagai penjaga warnet untuk menambah uang saku dan mendapatkan akses internet gratis. Di situlah William mengenal lebih dalam mengenai internet.

“Banyak penipuan membuat William ingin membuat e-commerce yang trusted. Sayangnya 2 tahun dia mengalami penolakan. Inovasi itu dianggap terlalu tinggi. Namun tekadnya kuat. Akhirnya dia mendapatkan suntikan modal awal dari bos tempatnya bekerja.”

Setelah lulus, William sempat bekerja di beberapa perusahaan software developer dan game developer selama 10 tahun. Dia melihat adanya permasalahan di dunia jual beli pada tahun 2007 yang sarat penipuan. William merasa mendapat peluang untuk membangun suatu situs jual beli yang aman terhadap penjual dan pembeli. Akhirnya William memutuskan untuk membuat dan mewujudkan idenya.

Tetapi jalannya William untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mulus. Dia tidak memiliki modal yang cukup. Dia membutuhkan waktu 2 tahun untuk mencari modal. Saat itu, dia menerima begitu banyak penolakan dan diragukan oleh calon investor. Tahun 2017, Tokopedia menjadi perusahaan e-commerce yang dikenal secara luas dan menjadi perusahaan dengan nilai lebih dari USD 1 miliar setelah mendapat pendanaan sebesar USD 1,1 miliar dari Alibaba.

5. Yasa Singgih

Photo from Pebisnis Muda

Yasa memulai mencari uang sejak kelas 3 SMP sejak sang ayah menderita sakit jantung. Dia tidak ingin menjadi beban keluarga. Gaji pertamanya dari MC event. Memasuki SMA, Yasa terjun di bisnis fashion dengan memesan kaus kepada ayah temannya yang mempunyai bisnis konveksi. Sayangnya gagal. Yasa kesulitan untuk mencoba peruntungan di bisnis kuliner dengan membuka kafe yang diberi nama “Ini Teh Kopi”. Namun karena perhitungan yang tidak matang bisnisnya bangkrut dan menanggung kerugian ratusan juta.

“Yasa membangun Men’s Republic. Bisnis fashio pria itu mencapai omzet miliaran rupiah sehingga dikukuhkan dengan berbagai penghargaan bergengsi seperti juara 1 Wirausaha Muda Mandiri, Youth Marketeers of The Year Award 2016 dan Forbes 30 Under 30.”

Kesuksesan tersebut diraih Yasa dengan perjuangan yang cukup panjang. Bahkan sebelum menjadi seorang pengusaha Indonesia yang sukses Yasa sempat mengalami kegagalan yang cukup fatal. Usia 19 tahun Yasa memulai bisnis kembali dari nol. Kegigihan tidak sia-sia, dengan pencapaiannya yang telah diraih saat ini, Yasa Singgih telah menjadi salah satu contoh pengusaha Indonesia sukses yang pernah gagal dan kini meraih kesuksesan yang lebih besar.

6. Anton Setiawan

Photo from SWA

Dengan modal Rp 10 juta, hasil patungan dengan tiga temannya, Anton mengawali bisnisnya pada 2002. Dia menjual pulsa dengan sistem online. Sayangnya, tiga bulan pertama, dia bangkrut karena tak bisa menutup biaya operasional. Pria asal Purwokerto, Jawa Tengah, itu mungkin juga tak pernah menyangka bahwa jalan hidupnya penuh dengan lika-liku dan tantangan. Jatuh bangun Anton membangun bisnis-bisnisnya. Mental yang kuat pun akhirnya mengantarkannya menjadi pengusaha sukses.

“Amanat terakhir sang ibu, berpadu dengan kekuatan insting bisnis istrinya, itulah resep sukses Anton Setiawan dalam membesarkan bisnis perlengkapan bayi bernama Bebe Love. Terlahir dari garasi rumah, Bebe Love kini telah memiliki lima cabang dengan ratusan reseller di berbagai penjuru Indonesia.”

Kini, bersama istrinya, Angela Rossanytha Dewi, Anton mengelola lima babyshop berlabel BebeLove. Ia juga melayani penjualan grosir online beragam produk perlengkapan bayi dan mengirimkannya ke seluruh Indonesia. Pelanggannya mencapai belasan ribu, omzet yang dikantongi pun mencapai miliaran rupiah setiap bulan.

7. Rizka Wahyu Romadhona

Photo from Lapis Bogor

Kesuksesan Lapis Bogor Sangkuriang ini tak terlepas dari kejelian Rizka dan sang suami Anggara Kasih Nugroho Jati yang belajar dari kegagalan usaha sebelumnya. Awalnya, Rizka dan sang suami memulai berbisnis dengan berjualan bakso. Sayang, karena kesalahan manajemen, usaha bakso tersebut tidak berjalan lama dan mengalami kegagalan. Akibat kegagalan tersebut, Rizka dan Anggara mengalami kerugian hingga harus merelakan motor operasionalnya diambil oleh leasing, menunggak pembayaran rumah hingga 4 bulan, serta harus menjual mobilnya.

“Kiat sukses dari Rizka dan Anggara adalah fokus pada 1 titik. Kegagalan di masa lalu Rizka adalah mengambil banyak peluang sehingga bisnis menjadi keteteran.”

Kegagalan tersebut tak menyurutkan semangat Rizka dan suami dalam memulai usaha kembali. Belajar dari pengalaman tersebut, Rizka membenahi manajemen bisnisnya dan menggunakan jasa konsultan untuk mengembangkan bisnisnya. Ia pun telah melakukan efisiensi dengan berinvestasi pada mesin produksinya. Di samping itu, manajemen keuangan juga memegang peranan penting dalam kelancaran berbisnis.

8. Akhmad Khoirul Alvi

Photo from Facebook Alvi Klupuk

Keputusan Akhmad mengambil kesempatan berbisnis kerupuk kedelai patut diacungi jempol. Sebab pemuda 23 tahun itu sukses merebut pasar dan mengembangkan usaha keluarga itu menjadi lebih besar. Terbukti kini dia sangat kewalahan memenuhi permintaan pasar baik di Kudus, Pemalang, Tegal, Batang dan kota-kota lain sekitarnya.

“Kepiawaian Alvi dalam mengelola usaha membuat usahanya bangkit lagi setelah sempat kebakaran. Kini, setiap bulannya Alvi memproduksi 4 ton kerupuk kedelai mentah.”

Usaha Alvi untuk mengembangkan kerupuk kedelai bukan tanpa kendala. Tahun lalu tempat usaha kerupuk kedelai yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya kebakaran. Untung tak seluruh barang dagangannya ludes terbakar. Si jago merah masih menyisakan separuh dari kerupuk kedelai yang ada di gudangnya. Setelah mengajukan pinjaman ke bank, Alvi memulai kembali dan kini bisnis kerupuk kedelai banyak dijumpai di pasaran.

9. Nadiem Makarim

Photo from Info Komputer

Mendirikan Go-Jek pada 2010 silam, Nadiem Makarim tak pernah mengira bahwa industri transportasi yang ia bangun mampu sebesar saat ini. Awalnya, Nadiem mengatakan niat mendirikan Go-Jek lebih kepada keinginan untuk memperbaiki transportasi di Indonesia. Saat itu hanya dengan 20 pengemudi (driver), kini gojek menjelma dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang di Indonesia.

“Dalam kurun waktu 6 tahun, Nadiem mencatatkan diri dan Go-Jek dalam sejarah, yakni sebagai unicorn pertama di Indonesia. Unicorn adalah usaha rintisan (startup) yang nilai valuasinya sudah melebihi USD 1 miliar atau Rp 14,3 triliun (1 USD=Rp14.369).”

Lulusan magister bisnis administrasi Harvard tersebut berharap keberadaan Go-Jek dapat menginspirasi Indonesia dan daerah besar lainnya bahwa teknologi dapat memperbaiki kehidupan banyak orang. Selain itu, Go-Jek akan berekspansi di pasar Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand. Menyusul, perseroan juga akan meluncurkan Go-Jek di Singapura. Kini, diusianya yang menginjak 34 tahun, Nadiem resmi menjabat sebagai CEO perusahaan dengan estimasi nilai valuasi mencapai USD 5 miliar atau Rp 71,8 triliun.

10. Achmad Zaky

Photo from Media 360

Founder Bukalapak ini awalnya membuka usaha pertama berupa bisnis mie yang dijalankan di tahun kedua berkuliah dengan uang simpanan dari hadiah memenangkan kompetisi komputer. Dia ingin menjual mie dengan harga terjangkau untuk mahasiswa. Namun, akhirnya dia menutup usahanya tersebut. Namun, Zaky tidak menyerah. Tahun berikutnya, Zaky memanfaatkan kemampuan komputernya untuk mendirikan sebuah software house bernama Deft Technology. Timnya memenangkan Indosat Innovation Wireless Contest pada tahun 2007 dan memperoleh penghargaan “merit winner” (juara kedua) di Indonesia ICT Awards (INAICTA) setahun kemudian.

“Untuk membangun bisnis dari nol sampai berpendapatan Rp 13 triliun, Zaky harus melewati kegagalan-kegagalan kecil untuk bisa menang. Bahkan untuk proyek awal Bukalapak, banyak yang meremehkan. Banyak teman tidak mau diajak bekerja sama.”

Pria asal Sragen, Jawa Tengah membangun bisnis e-commerce nasional bersama rekan indekosnya semasa kuliah di ITB tahun 2010. Awalnya Bukalapak dibuat sebagai proyek sampingan mereka. Bukalapak dimaksudkan untuk menjadi produk portofolio untuk ditunjukkan kepada klien. Namun, Bukalapak sekarang telah berkembang pesaat dan mempunyai nilai transaksi lebih dari Rp 500 juta per hari.

Pendiri sekaligus pemilik perusahaan perdagangan dalam jaringan (e-commerce) Bukalapak, Achmad Zaky menyarankan pebisnis pemula untuk mencari mitra yang tepat dalam memulai dan mengembangkan bisnis. Menurut dia, pengembangan usaha yang sukses membutuhkan rekan kerja, untuk itu mencari rekan kerja yang tepat adalah salah satu kunci sukses memulai usaha.

Itulah kisah 10 Pebisnis Sukses Pernah Gagal, Kini Panen Omzet Miliaran. Kesuksesan yang mereka dapat dilahirkan dari kegagalan-kegagalan yang malah membuat semakin kuat. Dengan hambatan tersebut, mereka memilih bangkit dan tidak putus asa. Keuletan itu membuat bisnis semakin besar, berkembang dan mencapai omzet hingga miliaran. Kisah inspiratif diharapkan bisa memotivasi Anda makin semangat berbisnis online.

Untuk Anda yang kesusahan memilah produk, Outletz.id memiliki suplier-suplier bekualitas dengan variasi ribuan produk. Anda tinggal memilih produk yang ingin dijual, meng-copy data dan menaruh pada online shop Anda. Ketika ada pesanan, Anda langsung lanjutkan pada Outletz dan proses pengiriman segera dilakukan. Anda tidak perlu susah mempacking barang dan mengirimkan ke bagian ekspedisi pengiriman. Mau mencoba kemudahan itu? Bergabunglah dengan Outletz.id, klik ► https://outletz.id/3-ways/.

Ira Kurnia

Ira has wrote professionally for the past 3 years as content creator at Ads & Buzz Digital Advertising Agency. Her specialty is Online Business & Marketing, which is highly sought after topics for most entrepreneurs while searching online. "Stay Positive and Good Things will happen to you"

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Comment: